Rabu, 05 Agustus 2009

MAMPUKAH KITA MENCINTAI ISTRI KITA TANPA SYARAT

Bagi para bujang or bulok yg sedang mencari pasangan yg pas, sila bisa jd renungan.

SYARAT???
Ini cerita Nyata, beliau adalah Bp. Eko Pratomo Suyatno, Direktur Fortis Asset Management yg sangat terkenal di kalangan Pasar Modal dan Investment, beliau juga sangat sukses dlm memajukan industri Reksadana di Indonesia.
Apa yg diutarakan beliau adalah Sangat Benar sekali.
Silahkan baca dan dihayati.

*MAMPUKAH KITA MENCINTAI ISTRI KITA TANPA SYARAT*

Sebuah perenungan, Buat para suami baca ya..... istri & calon istri juga boleh...

Dilihat dari usianya beliau sudah tidak muda lagi, usia yg sudah senja bahkan sudah mendekati malam, Pak Suyatno 58 tahun kesehariannya diisi dengan merawat istrinya yang sakit istrinya juga sudah tua.Mereka menikah sudah lebih 32 tahun. Mereka dikarunia 4 orang anak.

Disinilah awal cobaan menerpa, setelah istrinya melahirkan anak keempat tiba2 kakinya lumpuh dan tidak bisa digerakkan. Itu terjadi selama 2 tahun. Menginjak tahun ke tiga, seluruh tubuhnya menjadi lemah bahkan terasa tidak bertulang, lidahnyapun sudah tidak bisa digerakkan lagi.

Setiap hari pak suyatno memandikan, membersihkan kotoran, menyuapi, dan mengangkat istrinya keatas tempat tidur. Sebelum berangkat kerja, dia letakkan istrinya didepan TV supaya istrinya tidak merasa kesepian. Walau istrinya tidak dapat bicara tapi dia selalu melihat istrinya tersenyum.

Untunglah tempat usaha pak suyatno tidak begitu jauh dari rumahnya sehingga siang hari dia pulang untuk menyuapi istrinya makan siang. Sorenya dia pulang memandikan istrinya, mengganti pakaian dan selepas maghrib dia temani istrinya nonton televisi sambil menceritakan apa2 saja yg dia alami seharian.
Walaupun istrinya hanya bisa memandang tapi tidak bisa menanggapi, Pak Suyatno sudah cukup senang, bahkan dia selalu menggoda istrinya setiap berangkat tidur.

Rutinitas ini dilakukan Pak Suyatno lebih kurang 25 tahun, dengan sabar dia merawat istrinya bahkan sambil membesarkan ke 4 buah hati mereka, sekarang anak2 mereka sudah dewasa, tinggal si bungsu yg masih kuliah.

Pada suatu hari...ke empat anak suyatno berkumpul dirumah orang tua mereka sambil menjenguk ibunya. Karena setelah anak mereka menikah, sudah tinggal dengan keluarga masing2 dan Pak Suyatno memutuskan ibu mereka dia yg merawat, yang dia inginkan hanya satu semua anaknya berhasil.

Dengan kalimat yg cukup hati2 anak yg sulung berkata "Pak kami ingin sekali merawat ibu, semenjak kami kecil melihat bapak merawat ibu, tidak ada sedikitpun keluhan keluar dari bibir bapak....... bahkan bapak tidak ijinkan kami menjaga ibu".
Dengan air mata berlinang anak itu melanjutkan kata2 "sudah yg keempat kalinya kami mengijinkan bapak menikah lagi, kami rasa ibupun akan mengijinkannya, kapan bapak menikmati masa tua bapak, dengan berkorban seperti ini kami sudah tidak tega melihat bapak. Kami janji kami akan merawat ibu sebaik-baik secara bergantian".

Pak Suyatno menjawab hal yg sama sekali tidak diduga anak2nya."Anak2ku ............ Jikalau perkawinan & hidup didunia ini hanya untuk nafsu, mungkin bapak akan menikah..... tapi ketahuilah dengan adanya ibu kalian disampingku itu sudah lebih dari cukup,dia telah melahirkan kalian..
Sejenak kerongkongannya tersekat,... kalian yg selalu kurindukan hadir didunia ini dengan penuh cinta yg tidak satupun dapat dihargai dengan apapun.

Coba kalian tanya ibumu apakah dia menginginkan keadaannya seperti ini?? Kalian menginginkan bapak bahagia, apakah bathin bapak bisa bahagia meninggalkan ibumu dengan keadaanya sekarang, kalian menginginkan bapak
yg masih diberi Tuhan kesehatan dirawat oleh orang lain? Bagaimana dengan ibumu yg masih sakit.."
Sejenak meledaklah tangis anak2 pak suyatno. Merekapun melihat butiran2 kecil jatuh dipelupuk mata ibu Suyatno..dengan pilu ditatapnya mata suami yg sangat dicintainya itu..

Sampailah akhirnya Pak Suyatno diundang oleh salah satu stasiun TV swasta untuk menjadi nara sumber dan merekapun mengajukan pertanyaan kepada Suyatno, kenapa mampu bertahan selama 25 tahun merawat Istrinya yg sudah tidak bisa apa2.. Disaat itulah meledak tangis beliau dengan tamu yg hadir di studio, kebanyakan kaum perempuanpun tidak sanggup menahan haru. Disitulah Pak Suyatno bercerita."Jika manusia didunia ini mengagungkan sebuah cinta dalam perkawinannya, tetapi tidak mau memberi (memberi waktu, tenaga, pikiran, perhatian) itu adalah kesia-siaan. Saya memilih istri saya menjadi pendamping hidup saya, dan sewaktu dia sehat diapun dengan sabar merawat saya, mencintai saya dengan hati dan bathinnya bukan dengan mata,dan dia memberi saya 4 orang anak yg lucu2..Sekarang dia sakit karena berkorban untuk cinta kita bersama... dan itu merupakan ujian bagi saya, apakah saya dapat memegang komitmen untuk mencintainya apa adanya.
Sehatpun belum tentu saya mencari penggantinya apalagi dia sakit,,,"

BILA ANDA MERASA SHARING INI SANGAT BERMANFAAT BAGI ANDA DAN BAGI ORANG LAIN, MOHON KIRIM EMAIL INI KE TEMAN, FAMILY, DAN KERABAT ANDA LAINNYA SEMOGA BERMANFAAT.. .
"Hidup adalah Perjuangan tanpa henti-henti
... tidak usah kau tangisi hari kemarin"

Orang yg mampu mencintai pasangannya apa adanya adalah orang yg telah mencapai harkat tertinggi dalam menjaga hubungan. Tak semua orang mampu bersikap sedemikian. Cinta memang tak ternilai.

Selasa, 04 Agustus 2009

Renungan Kita


Hari ini tanggal 4 Agustus 2009, sebuah berita kematian seorang seniman membuat heboh hampir seluruh orang Indonesia. Mbah Surip nama seniman yang wafat itu.

Semua orang yang pernah bertemu ataupun mengenalnya, mengaku belajar banyak dari dia mengenai kesederhanaan hidup. Hari-hari mbah surip yang penuh tawa, seakan tanpa beban menjadikan orang-orang kagum padanya.

Tak pernah serius, yang terlontar dari mulutnya hanyalah sebuah guyonan ataupun petuah hidup agar dapat menikmati umur yang diberikan di dunia ini. Semua orang pun manggut setiap mendengar perkataan mbah Surip, semua orang ingin merasakan hidup layaknya si mbah gimbal tersebut, lepas, bebas seperti tak pernah menghadapi masalah dalam hidupnya.

Aku sendiri, tak pernah berjumpa dengannya hanya mengetahui dirinya lewat layar tivi. Sosoknya yang digambarkan di tivi apa adanya, seperti keseharaiannya. Setiap kali tampil di tivi dia selalu membawa keceriaan... . Tapi apa benar dia memang selalu bahagia???

Tidakkah dia merindukan istri, anak dan cucunya??? Wallahu alam. Karena aku belum pernah bertanya ataupun mendengar ada yang bertanya tentang itu...

Bercermin dari apa yang mbah Surip telah berikan, juga dengan pengalam yang aku alami dengan orang yang aku kenal. Ternyata mereka yang sebenarnya mampu membuat kita tertawa, meninggalkan kepenatan sesaat, mengajak untuk meninggalkan beban hidup. Orang-orang itu sebenarnya tengah merasakan derita yang amat sangat.

Tetapi kekuatan cinta untuk berbagi dengan sesama membuat mereka mampu mereduksi segala galau yang ada di hati dan berbagi kebahagian dengan orang-orang yang mereka sayangi.

Itulah manusia sejati, mampu tersenyum dan membuat bahagia orang lain ditengah dertita yang dihadapinya. Mungkin banyak orang yang tak mengenal mbah Surip, seperti aku, sehingga pelajaran yang diberikan hidup yang diberikan hanya seperti iklan di tv yang lewat disaat waktu jedah saja.

Cobalah tengok ayah kita, bukankah dia orang yang hebat. Lebih hebat dari seorang Mbah Surip, aku yakin. Bagaimana dia pontang-panting mencari nafkah dan membiayai sekolah kita. Bagaimana ia rela menggadaikan celananya ataupun meminjam uang dari temannya hanya karena ingin membuat kita tersenyum, tidak dikucilkan oleh teman kita yang suka mengejek karena seragam sekolah yang kita kenakan sudah usang.

Bukankah dia sosok yang ada dan nyata untuk kita? Ayahku pahlawanku, coba ingat kembali memori kita di masa kecil hingga dia menghantarkan kita seperti ini. Tidak hanya kesederhanaan yang ia ajarkan tetapi juga bagaimana menghadapi hidup dan berjuang mencapai impian.

Lalu ada sosok yang lebih hebat lagi, Ibu.. Seorang wanita yang begitu kuat untuk mewujudkan impian kita menatap dunia. Membawa kita ke sana kemari dalam perutnya selama sembilan bulan dan mengorbakna nyawanya agar kita bisa melihat dunia.

Pertama kali kita masuk sekolah, siapa yang mengantarkan kita menuju ruangan kelas? Menunggu kita pulang. Setiap kali hendak berangkat sekolah, siapa yang menghidangkan sarapan untuk kita?

Bukankah kasih sayangnya sungguh nyata? Pengeorbanan dan cintanya sungguh luar biasa. Bahkan filosofinya sederhana, rela melakukan apapun agar anakku bahagia. Dia berkorban di tengah permasalahan hidup yang mungkin kita tidak pernah tahu. Rela bangun pagi untuk menghidangkan semuanya untuk keluarga dan di tengah salatnya selalu mendoakan yang terbaik untuk putra-putrinya, tak pernah putus.

Ibu you are my superhero, the real superhero. Tak ada yang mampu menandingimu. Kini coba ingatlah, momen-momen indah bersama ibu kita disaat kita kanak-kanak hingga sekarang. Pasti akan banyak perjalanan hidup yang dapat kita petik.

Aku salut sama orang-orang yang mampu membuat orang lain tersenyu bahkan bahagia, di tengah derita yang tengah dihadapi. Karena Allah aku mencintaimu.

Selamat merenungi orang-orang terkasih.





Didit Tri Kertapati